KIAT MENJADI SEORANG PENULIS DAN MENERBITKANNYA
Menerbitkan sebuah buku berhadiah menjadi penerbit
buku? Wow, sungguh sebuah pengalaman dan cerita nyata yang mungkin tak pernah
disangka sebelumnya. Itu adalah sebuah pengalaman luar biasa yang nyata dialami oleh Bapak Mukminin, M.Pd. atau yang
lebih di kenal dengan sapaan Cak Imin.
Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Betapa tidak,
beliau mulai menulis di usia yang tak lagi muda. Di usia yang ke-55 tahun
beliau mulai menulis dan langsung berhasil membuat karya-karya yang luar biasa. Sebenarnya beliau mempunyai hobi membaca dan menulis sejak dahulu
kala. Sejak di bangku SMP beliau seringkali membuat catatan di buku hariannya. Keiginan
beliau untuk menjadi seorang penulis pun sudah terpendam sejak puluhan tahun yang
lalu.
Namun, keinginan beliau baru terwujud di usia yang telah melewati setangah abad setelah
mengikuti berbagai kegiatan belajar menulis. Setelah mengikuti kegiatan menulis
tersebut, beliau mampu membuat sebuah buku karya bersama atau buku antologi. Keterampilan
beliau semakin berkembang setelah mengikuti “Kegiatan Belajar Menulis bersama
Om Jay” yang dilaksanakan secara daring melalui WhatsAap Group. Beliau langsung menerbitkan 2 buku solo yaitu “55
Pantun Nasihat” serta “Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar” serta 8
buah karya buku bersama atau antologi.
Siapa yang bersunggguh-sungguh ketika melakukan
sesuatu, maka ia akan menuai hasil yang
baik. Yups, Sebuah kalimat yang tepat untuk menggambarkan apa yang telah beliau
lalui saat ini. Seiring dengan karya-karya yang telah beliau buat, beliau juga
merintis mendirikan sebuah perusahaan penerbitan buku. Luar biasanya lagi, di
awal merintis pada akhir tahun 2020, beliau
telah berhasil menerbitkan puluhan buku karya rekan-rekan guru dari seluruh
Indonesia.
Pada pertemuan ke-8 kegiatan belajar menulis pada
hari Rabu, 20 Januari 2021 malam ini, yang dipandu oleh moderator yang luar biasa yaitu
Pak Cip. Setelah dipersilakan oleh Pak Cip, beliau memberikan banyak sekali materi
dan wawasan baru yang sangat bermanfaat. Materi yang beliau sampaikan yaitu “Tips Menulis dan Menerbitkan Buku ke
Penerbit”.
Kuatkan Tekad
dan Perbaiki Pola Pikir dalam Menulis
Beliau menjelaskan, ketika kita ingin menjadi
seorang penulis, kita harus mempunyai keberanian dan tekad yang kuat untuk
mempublikasikan tulisan dengan harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat
maka buku kita tidak akan terbit. Menulis itu bukan karena bakat tetapi karena
niat kuat untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih
Kita juga harus menanamkan pola berpikir bahwa menulis itu mudah. Jangan berkata
menulis itu sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan
hati kita diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah
pikiran dan hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. Karena
terpola. Percayalah ucapan adalah doa.
Kenali Potensi
Diri Serta Mampu Membagi Waktu
Sebenarnya menulis itu semudah berbicara. Maka
tulislah apa saja yang kita dengar, kita
lihat, kita baca dan apa yang kita rasakan. Untuk menjadi penulis buku bisa
diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku wawasan
kita akan bertambah dan bisa kita tulis menjadi buku yg menarik
Dengan mengenali potensi apa yang kita miliki,
maka akan mempermudah kita untuk membuat sebuah tulisan. Dengan mengenali
potensi yang kita miliki, kita akan tahu apakah kita gemar menulis buku yang
berkaitan dengan bisnis, agama, pendidikan, motivasi, atau gemar menulis buku
fiksi seperti: cerpen, novel, roman, dan sebagainya.
Sehebat apapun potensikita tanpa diasah dan
berlatih terus maka sia-sia. Dengan demikian,
kita harus selalu banyak membaca dan terus berlatih menulis dan menulis. Setiap
orang tentunya tidak mempunyai waktu yang tepat untuk menulis. Adakalanya
seseorang mempunyai waktu yang ampuh untuk menulis sebelum tidur, ada pula
ketika tengah malam ketika terbangun, ataupun ketika setelah sehabis sholat
subuh.
Kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya ketika waktu yang tepat telah tiba. Kita harus segera menuangkan ide-ide yang muncul dalam benak kita dengan kita biarkan mengalir tanpa kita batasi berapa halaman yang akan kita tulis. Hendaknya jangan menulis sambil mengedit. Tulis saja sampai selesai, ketika telah selesai baru kita edit sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indoenesia (PUEBI) atau Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
Setelah mengetahui cara menulis yang baik dan telah membuat sebuah karya.Tentu kita akan menerbitkan sebuah buku, sebagai penulis kita akan memilih sebuah penerbit untuk menerbitkannya. Kita pun harus jeli dan cermat dalam memilih sebuah penerbit untuk menerbitkan buku kita. Cak Imin pun menjelaskan mengenai perbedaan penerbit mayor dan penerbit indie
Perbedaan Penerbit Mayor dan Penerbit Indie
Jumlah
Cetakan
Penerbit mayor mencetak bukunya secara massal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
Penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan Print on Demand (POD) yang umumnya didistribusikan melalui media online seperti Facebook, Twitter, Instagram, Telegram, Youtube, WhatsAap Group dan sebagainya.
Pemilihan
Naskah yang Diterbitkan
Pada penerbit mayor naskah harus melewati
beberapa tahap prosedur sebelum sebuah naskah diterbitkan. Tentu saja, penerbit
mayor mencetak bukunya secara massal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra
hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani
mengambil risiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit
mayor memiliki syarat yang sangat ketat, harus mengikuti selera pasar, dan
tingginya tingkat penolakan.
Penerbit indie tidak menolak naskah. Selama
naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar
undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung
unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah
alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
Profesionalitas
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan
banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
Meskipun tidak sebesar perusahaan mayor, penerbit
indie juga tidak kalah professional. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di
penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli
memilih siapa yang akan menerbitkan buku
kita. Kita jangan sampai tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas
masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran
penilaian awal sebuah penerbitan.
Waktu
Penerbitan
Penerbit mayor
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya
akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau
waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena
penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang
harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua
toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai
target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh
penerbit.
Penerbit indie
Tentu berbeda dengan penerbit mayor, penerbit
indie akan segera memproses naskah yang diterima dengan cepat. Dalam hitungan
minggu buku kita sudah dapat terbit. Karena memang, penerbit indie tidak fokus
pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Penerbit indie menerbitkan
karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak
diterbitkan sehingga penerbit inide tidak memiliki pertimbangan rumit dalam
menerbitkan buku.
Royalti
Penerbit mayor
Kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis
maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah
mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
Penerbit indie
umumnya 15-20%
dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa
grup, Twitter, status, dan media social lainnya.
Biaya
penerbitan
Penerbit mayor
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya pada
penerbit mayor tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku
tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas,
penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan
sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di
pihak penerbit.
Penerbit indie
Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing
penerbit. Antara penerbit satu dengan yang
lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka
Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka,
Erlangga, Yudhistira, Andi Yogyakarta
dan lain sebagainya.
Contoh penerbit indie adalah Kamila Press Lamongan
(milik Cak Imim), Jejak Publishe, Indie Book Corner, Pustaka Pedia, Indiva
Media Kreasi dan sebagainya.
KAMILA
PRESS LAMONGAN
Cak Imin pun lebih jauh mengenalkan perusahaan
penerbitan indie yang beliau miliki yaitu “Kamila
Press Lamongan” sebagai penerbit Indie Kamila Pres Lamongan melayani cetak buku dengan jasa yang cukup lengkap yaitu gratis jasa desain cover buku, Lay out,
editing dan pengurusan ISBN. Jasa Penerbitan Kamila Press Lamongan mempunyai
harga yang cukup terjangkau dengan kualitas yang tak diragukan lagi.
Kamila Pres Lamongan pada tahun perdananya di
tahun 2020 terhitung dalam kurun waktu dua bulan berdiri pada bulan September telah
menerbitkan 20 buku dari rekan-rekan guru dari seluruh Indonesia diantaranya pulau Jawa, Nusa
Tenggara Timur, Kalimantan, Sumatera dan sebagainya.
Syarat-syarat
penerbitan “Kamila Press Lamongan”
Mengirimkan naskah lengkap mulai judul, kata
pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar pustaka,
biodata penulis dg fotonya dan Sinopsis ( ditempatkan di cover belakang). Kalau
ada Endors dari pakar ( orang ahli).
Ketik A5
ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2
cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA beliau atau email gusmukminin@gmail.com
Untuk judul dan cover, kita bebas untuk membuat cover sendiri, namun jika kita tidak bias membuat sendiri, Kamila Press lamongan siap untuk membuatkan cover sesuai dengan apa yang kita inginkan. Untuk judul buku, jika dirasa kurang menarik maka nanti akan diberikan pertimbangan lain agar buku siap dipasarkan dengan hasil yang baik dan semenarik mungkin.
Sebagai penutup beliau memberikan beberapa kata
bijak yang sangat menarik.
“Tiada kata terlambat untuk menulis, tulislah
segera apa yang Anda suka, Anda dengar,
Anda lihat, Anda baca dan Anda rasakan untuk berbagi kebaikan”( Cak Inin 2020)
“Torehkan penamu dari hikmah jejak kakimu, siapa tahu itu jadi penolongmu” ( Cak Inin 2020)
Apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang penulis? Tentu hal tersebut dapat terjadi jika kita mempunyai tekad dan niat yang kuat untuk terus memperbanyak membaca dan belajar menulis. Kita pasti mampu mengikuti jejak beliau. Semoga kita semua nantinya akan mampu menjadi seorang penulis yang baik seperti halnya Cak Imin dan penulis-penulis hebat lainnya.
Resum pertemuan ke-8 "Belajar Menulis Gelombang 17"
Samarinda, Januari 2021
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Salam Semangat Pejuang Pena
Nur Wijayanti
"Siapa yang bersunggguh-sungguh ketika melakukan sesuatu, maka ia akan menuai hasil yang baik" (Nur W)

Blognya bagus, sudah d modif.. tulisanya ok
BalasHapusTerimakasih bapak🙏🙏🙏
HapusYa Pak Dadang, tulisan n tema blog sudah ok. Salam literasi
BalasHapusTerimakasih bu Ully,, Siap,, Salam literasi ibu🙏
Hapusoke .. mantap. mari belajar bersama
BalasHapusSiap,, trmksh pak Iqra🙏🙏
Hapushttps://amiriqra1976.blogspot.com/2021/01/tips-panjang-umur-dengan-menulis.html
BalasHapusbagus, lengkap, enak dibacanya bu, semangat berkarya semangat menginspirasi
BalasHapusTerima kasih pak Miftah,, siap pak,, selalu semangat untuk dapat terus belajar🙏🙏
HapusTermksh ibu Sri🙏🙏
BalasHapusMantap
BalasHapusSalam kenal ya bund :)