SEMANGAT MENULIS UNTUK GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Ketika pertama kali saya membuka
mata dan saya melihat jam dinding. Waktu
menunjukkan pukul 04.15 Wita. Karena belum memasuki waktu subuh, saya membuka
Handphone saya, mata saya langsung tertuju ke salah satu WhatsAap Group yang telah
memiliki ratusan pesan yang belum saya buka. Semalam saya memang belum sempat
membuka Handphone saya sepulang acara keluarga di rumah sepupu saya.
Saya memang sempat lupa, bahwa malam
ini ada kelas belajar menulis yang memasuki pertemuan ke-5. Sedari siang, saya
memang tidak fokus melihat WAG karena kesibukan membantu persiapan acara
tersebut.
Ternyata pemateri pelatihan
belajar menulis malam ini adalah seseorang yang sangat tidak asing bagi saya.
Sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh moderator handal kita, yaitu ibu Aam Nur
Hasanah, S.Pd. Beliau adalah alumni peserta belajar menulis gelombang 8.
Beliau adalah seseorang yang
tidak asing bagi saya, karena saya juga
dulu sempat masuk kegiatan belajar menulis gelombang 8, tetapi saya hanya
sempat mengikuti kegiatan tersebut sampai pertemuan ke-2 dan akhirnya saya
tidak dapat lulus pada kegiatan menulis gelombang 8 tersebut. Heeheee, cukup
memalukan sih, tapi apa boleh dikata, hal tersebut terjadi karena saya tidak
dapat fokus mengikuti pembelajaran yang ada karena berbagai kesibukan. Semoga
di kegiatan belajar menulis gelombang 17 ini, saya dapat terus istiqomah dan
fokus agar dapat mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran yang ada, sehingga
dapat lulus dengan baik.
Bapak Bambang Purwanto, S.Kom.,
Gr. Atau yang lebih dikenal dengan panggilan “Mr. Bams” adalah sosok yang luar
biasa. Betapa tidak, ketika sama-sama menjadi peserta pada kegiatan belajar
menulis gelombang 8. Sebagai peserta, beliau adalah sosok yang paling menonjol
dengan karena berbagai keahlian yang beliau miliki. Tak salah Om Jay memilih
beliau menjadi ketua kelas pada kegiatan belajar menulis gelombang 8.
Selain sosok yang bertanggung
jawab dan seorang guru TIK di SMP Taruna Bakti, beliau juga mempunyai banyak
prestasi dan banyak posisi yang beliau emban, seperti Koordinator Literasi
Sekolah, Pembina Pramuka, Pengurus Pokja Literasi Disdik Kota Bandung, Ketua TMB
AS Lebakwangi, Ketua RW 13 Lebakwangi
Asri. Pendongeng Perpustakaan Kabupaten Bandung, Ketua Forum FTBM Kab. Bandung
Periode 2013-2018 serta beliau juga mendapatkan penghargaan dari Dinas
Pendidikan Kota Bandung sebagai Penerima Anugerah Widya Pratama Tahun 2019
sebagai seorang “Penggiat Literasi”.
Selain berbagai prestasi yang
telah beliau torehkan, beliau juga sangat gemar menulis dalam blog beliau yaitu
pada blog beliau http://penamrbams.id/. Salah satu karya beliau yang rutin beliau yaitu membuat
Kalimat Bahagia Mr. Bams. Salah satu kalimat yang pernah saya baca dan sangat
berkesan yaitu kalimat yang ke-176 yaitu
“Belajar tidaklah ada batasnya, selama niat masih kuat pasti bisa dan ada
hasilnya”.
Pada kegiatan pertemuan ke-5 ini, beliau
mengambil tema yang sedikit berbeda dengan narasumber sebelum-sebelumnya.
Beliau mengangkat tema “Menebarkan Semangat Hobi Menulis untuk Gerakan Literasi
Sekolah”. Tema yang sangat menarik dan
sangat menginspirasi.
Beliau pun dipercaya oleh kepala
sekolah menjadi koordinator kegiatan
literasi karena beliau juga merupakan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lebakwangi.
Hasilnya pada tahun 2019 sekolah beliau mendapat Juara 1 untuk Literasi se Kota Bandung, dan beliau juga mendapatkan
anugerah utama untuk bidang literasi dan penghargaan perorangan sebagai
penggiat literasi.
Sangat luar biasa memang usaha yang
telah beliau lakukan untuk meningkatkan gerakan literasi di sekolah beliau.
Beliau begitu konsisten untuk meningkatkan kecintaan siswa dalam
berliterasi. Program kegiatan literasi
mingguan yang beliau lakukan yaitu: Senin membaca kitab suci (SMKS), hari
Selasa sampai dengan Kamis membaca buku non pelajaran dan pada hari Jumat
kegiatannya yaitu Jumat Ayo Menulis (JAM). Selain itu juga beliau rutin
melakukan kegiatan “Bincang Literasi” bersama siswa yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Untuk menumbuhkan minat baca
siswa, tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu niat yang kuat dari
berbagai pihak agar hal tersebut dapat
terwujud. Mungkin pada awalnya siswa harus sedikit dipaksa dengan
berbagai jadwal literasi yang telah disediakan. Juga disertai monitoring yang
berkesinambungan dan adanya konsistensi dari seluruh pihak.
Walaupun awalnya mereka melakukan
itu semua karena keterpaksaan, tetapi,
jika dilakukan secara kontinu, maka mereka akan terbiasa dan lama-kelamaan mereka
akan kecanduan dengan nikmatnya membaca.
Semoga kita semua mampu memberikan
kontribusi untuk kemajuan literasi di sekolah kita seperti apa yang telah
dilakukan oleh Mr. Bams. Seiring dengan hal tersebut semoga budaya dan
kebiasaan membaca semakin melekat kepada seluruh siswa siswi kita.
Resum Pelatihan Belajar Menulis pertemuan ke-5
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Salam Semangat Pejuang Pena
Samarinda, Januari 2021
Nur Wijayanti

Berbagi motivasi yang sangat indah... Tetap semangat tetap sehat dan sukses slalu aamiin
BalasHapusAamiinn,, terima kasih bapak,, salam sehat dan tetap semangat😊🙏
BalasHapusSemoga selalu sehat dan semangat ya bu
BalasHapusAaminn,,, siap ibu,, terima kasih🙏🙏
Hapus